I was NOT put on this earth to be invisible

I was NOT put on this earth to be invisible

Minggu, 16 September 2012

Peringatan Hari Cerebral Palsy di Jakarta




JAKARTA SELATAN- Balon warna warni yang dilepas dengan keceriaan itu membawa pesan khusus dari anak-anak penyandang cerebral palsy dan orang tuanya; kesadaran dan pandangan positif terhadap keberadaan penyandang cerebral palsy di Indonesia.

Kegiatan yang berkesan ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan hari cerebral palsy dunia pertama (World Cerebral Palsy Day, 4/9/2012). Acara yang diinisiasi oleh Komunitas Rumah Cerebal Palsy di Facebook (melegalkan komunitas menjadi Yayasan RCP berpusat di Jakarta Selatan) bekerja sama dengan Rumah Therapy Keanna Center milik Bapak Akhmad Syakib ( beralamat di Kompleks Vico No.16 JL. Cilandak Raya KKO. JAKARTA SELATAN :9/9/2012, JAM 09.00 S/D selesai.

Dihadiri oleh anak-anak penyandang Cerebral Palsy beserta orang tua dan juga para fisiotherapist. Perayaan ini semakin meriah, karena bersamaan juga dengan peringatan Hari Fisiotherapy. Maka Ikatan Fisioterapy berinisiatif untuk mensponsori rangkaian kegiatan ini.

Bermacam hiburan yang disukai anak-anak seperti atraksi topeng monyet, kereta odong-odong, permainan outbond, fasilitas kolam renang, hiburan organ tunggal disediakan untuk memeriahkan acara ini.

Anak-anak CP beserta orangtuanya dan fisiotherapyst yang biasanya berkutat dengan rutinitas therapy, pada hari itu bergembira bersama; berbagi ilmu, dan pengalaman dalam suasana yang santai. Selain itu, jadi ajang bertemu komunitas RCP. Bisa bertatap muka dan mengenal teman-teman seperjuangan yang tadinya hanya berjumpa lewat layar dunia maya. Pertemuan ini semacam suntikan semangat dan doa.

Asa dalam balon warna warni

Kegiatan berkesan lainnya diantaranya melepas balon gas warna-warni yang membawa pesan khusus dari para anak-anak penyandang CP dan orangtuanya. Harapan dalam peringatan kali ini adalah masyarakat luas dapat menerima dengan positif dan tangan terbuka keberadaan anak-anak penyandang CP.Begitu juga dengan kalangan tenaga medis, pendidik dan aparat pemerintah dapat memahami karakteristik dan kebutuhan khusus mereka. Terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana kesehatan seperti fisiotherapy yang lebih mudah didapat dengan harga yang terjangkau untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Tak lupa juga harapan para orang tua agar pemerintah dapat menyediakan pendidikan dan pelatihan yang baik, sehingga anak dapat belajar untuk hidup mandiri dengan mengoptimalkan segala kemampuannya.

Perayaan hari "World CP Day" yang baru ditetapkan tahun ini pada tanggal 4 September 2012,juga terdengar asing untuk kalangan para penyandang CP maupun orang-orang yang kesehariannya berhubungan langsung dengan penyandang cerebral palsy, terlebih lagi untuk orang umum (yang belum mengenal cerebral palsy).

Mereka yang berkebutuhan khusus seperti tuna rungu, tuna netra , tuna daksa, down Syndrom atau authis mungkin jauh lebih dikenal di masyarakat Indonesia. Sementara Cerebal Palsy yakni suatu keadaan rusaknya sistem otak yang mempengaruhi kontrol gerak motorik, masih belum tersosialisasikan dengan baik di masyarakat luas. Para tenaga medis kesehatan, aparat / birokrasi pemerintah, atau kalangan pendidik pun masih awam dengan kondisi ini.

Ditulis Noi Ambar (Orang tua dengan anak cerebral palsy, JAKARTA)
Doc: Yayasan Rumah Cerebral Palsy (08567685577)






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar